Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Saham-saham Pilihan untuk 2012

Tahun 2012 akan segera datang. Sudahkah Anda memilih-milih saham-saham yang akan menjadi pilihan investasi Anda di tahun 2012? Jika anda berencana mulai berinvestasi di saham, atau berniat melebarkan portofolio kepada saham-saham lain, beberapa saham di bawah ini bisa menjadi pilihan di 2012.

Berikut ini adalah beberapa saham pilihan dari outlook 2012 versi eTrading Securities, Kamis (23/12/2011):

 
1. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS)

  • Pasokan gas yang cukup adalah kunci keberhasilan PGAS di tengah tingginya permintaan gas alam.
  • PGAS berencana memakai alat pengiriman gas antar moda seperti CNG dan LNG untuk memperluas distribusi yang ada dan kapasitas transmisi.
  • PGAS berencana mempersiapkan bahan baku gas non-konvensional seperti Caol Bed Methane (CBM) alias gas metana dari batubara.
  • Sebagai perusahaan plat merah, PGAS punya kebijakan dividen yang menarik.
  • Secara fundamental, target kami untuk harga PGAS Rp 4.700 per saham yang merefleksikan 14,8x P/E FY12E.

2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)



  • Efisiensi dalam mengatur biaya produksi akan memberikan hasil yang baik dan jangka panjang bagi INDF. Naiknya harga bahan baku (terigu untuk mie) bisa dimanfaatkan untuk menjaga margin keuntungan dengan menaikkan harga.
  • Kami perkirakan volume produksi divisi agribisnis akan meningkat secara signifikan di masa mendatang, juga mendapatkan keuntungan atas naiknya harga komoditas.
  • Katalis penggerak tumbuhnya INDF adalah rendahnya utang sehingga tidak menghambat laju perolehan labanya.
  • Secara fundamental, target kami untuk harga INDF di Rp 5.500 per saham yang merefleksikan 12,5x P/E FY12E.

3. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)



  • JSMR adalah pemain terbesar di Industri tol dalam negeri, mengoperasikan tol sepanjang 531 km ataus etara 72% dari total jalan tol di Indonesia.
  • Saat ini, JSMR memegang 9 konsesi tol baru dengan estimasi sepanjang 215 km.
  • Disetujuinya undang-undang pembebasan lahan akan memberi imbas positif. Dengan demikian, proyek-proyek JSMR akan berjalan sesuai jadwal.
  • Industri tol murni diserap oleh konsumsi domestik, dengan demikian kinerja JSMR tak terpengaruh krisis global.
  • Naiknya tarif tol secara konsisten dalam dua tahun sekali akan menghindarkan omzet JSMR dari tekanan inflasi.
  • Walau perkiraan harga wajar kami untuk JSMR hanya di Rp 4.050 per saham, kami yakin dalam perkembangannya nanti target harga berpotensi naik. Berdasarkan analisis konsensus, harga wajar JSMR adalah Rp 4.696 per saham yang merefleksikan 17,5x P/E of our FY12E.

4. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)



  • AKRA didukung oleh infrastruktur logistik dan jaringan kuat yang masih punya potensi berkembang tinggi.
  • Pertumbuhan pendapatan yang tinggi didorong oleh tingginya permintaan di bisnis BBM.
  • Masuknya ke bisnis tambang dan infrastruktur logistik di Kalimantan akan mendorong pendapatan AKRA di masa mendatang.
  • Posisi kas AKRA kuat dan rasio pinjaman negatif.
  • Target harga kami untuk saham AKRA di Rp 3.200 per saham yang merefleksikan 18x P/E FY12E.

5. PT Wintermar Offshore Tbk (WINS)



  • WINS spesialis dalam industri jasa pelayaran, fokus di industri lepas pantai.
  • Permintaan yang tinggi atas kapal semakin tinggi atas tumbuhnya industri migas lepas pantai di Indonesia, ditambah dengan azas cabotaget yang juga menjadi sentimen positif bagi perseroan.
  • Fokus perseroan pada peremajaan kapal menghasilkan armada yang muda dan berteknologi terkini, sehingga memberikan WINS kesempatan maju paling depan diantara para kompetitornya
  • Kami berinisiasi WINS dengan rekomendasi BUY dengan target harag Rp 480 per saham yang merefleksikan 10,7x P/E FY12E.

6. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)



  • Dalam pandangan kami, disahkannya UU pembebasan lahan berpotensi memberikan kontirbusi tambahan kepada permintaan semen.
  • Permintaan semen Indonesia sudah tumbuh 17% secara tahunan di sepuluh bulan pertama tahun ini menjadi 39 juta MT dan penjualan semen terus mencetak rekor tertinggi. Total volume penjualan semen di Oktober mencapai 4,7 juta MT. Asosiasi semen Indonesia mengharapkan permintaan tahun 2012 akan tumbuh 8-10% YoY. Target pertumbuhan volume penjualan INTP diprediksi mencapai 10%.
  • Utilisasi pabrik INTP sudah mencapai lebih dari 90% dan menaikkan harga jual 1,5% di Juli dan September. Kapasitas pabrik INTP akan ditingkatkan dari 18,6 juta MT menjadi 20,6 juta MT yang akan mulai berjalan pada awal 2013.
  • Berdasarkan analisis konsensus, harga wajar INTP di Rp 18.195 per saham yang merefleksikan 16,2x P/E FY12E.

7. PT Bakrieland Development (ELTY)



  • ELTY berencana menghindari aksi korporasi yang bisa menurunkan harga sahamnya ELTY, seperti rights issue.
  • Fokus pada pengembangan aset dan menjual aset-aset yang tidak produktif untuk meningkatkan modal.
  • NAV perseroan berdasarkan laporan keuangan tahun 2010 berada di Rp 341 per saham.
  • Berkomitmen untuk membereskan proyek yang sedang berjalan.

8. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)



  • Daerah industri dan komersial di Karawang seluaa 1.400 hektar memberikan kontribusi Rp 130 miliar atau 55,3% kepada pendapatan perseron. Pada triwulan I-2011, lahan yang masih tersedia untuk dikembangkan tersisa 161 hektar.
  • Dari lahan tersebut, jika perseroan berhasil menjual 40 hektar saja, kami perkirakan pendapatannya akan mencapai Rp 145 miliar.
  • Secara historis, SSIA sudah berencana untuk mengembangkan jaringan hotel murah, dengan 30 hotel akan dibangun dalam tiga tahun ke depan yang mengakomodasi 4.000 kamar. Rencana ini akan dikembangkan dalam tiga tahap, tahap pertama 5 unit, kedua 10 unit dan terakhir 15 unit hotel.

9. PT PP (Persero) Tbk (PTPP)



  • Tingginya pertumbuhan ekonomi RI akan mendorong pengembangan infrastruktur di masa mendatang. Pertumbuhan konstruksi di 2011 diperkirakan 7,5% dan 8,4% di 2012.
  • Undang-undang pembebasan lahan akan mempercepat pembangunan gedung-gedung dan infrastruktur lainnya.
  • Kinerja keuangan PTPP masih solid. Pada triwulan III-2011, pendapatan naik 30,07% dari periode sebelumnya. Sektor konstruksi merupakan penyumbang terbesar ke pendapatan, yaitu sebanyak 93,43%.
  • PTPP menempati peringkat tiga besar perusahaan konstruksi dari sisi pendapatan, ditambah dengan rasio utang yang rendah menjadikannya salah satu pemain besar di sektor konstruksi dalam negeri.
  • PTPP mulai masuk berinvestasi di proyek infrastruktur tahun ini, juga berencana melepas unit usaha menjadi anak usaha di bidang properti. Ini akan mengurangi beban operasional dan mendiversifikasi risiko bisnis
  • Kami menginisiasi harga saham PTPP rekomendasi BUY dengan target harga Rp 550 per saham yang merefleksikan 7,3x P/E FY12 E.

10. PT Harum Energy Tbk (HRUM)



  • Melalui anak usaha dan perusahaan yang terafiliasinya, HRUM memiliki tiga tambang emas seluas total 47.000 hektar. HRUM adalah perusahaan tambang terbesar keenam di Indonesia.
  • Volume produksinya meningkat 38% sepanjang 2007-2010, juga menargetkan produksinya berlipat ganda di 2012 dari produksi tahun 2010.
  • HRUM memiliki jaringan tambang terintegrasi yang menyokong kegiatan operasionalnya. HRUM punya akses pribadi mulai dari jalan tambang, fasilitas pengangkutan, dan transportasi laut.
  • HRUM memiliki arus kas yang kuat dengan rasio utang rendah.
  • Kami masih mengkaji harga wajar HRUM. Tapi analisis konsensus menargetkan harga wajar HRUM di Rp 10.061 yang merefelksikan 11,5x P/E FY12E.

11. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO)



  • INCO adalah produsen nikel terbesar di dunia dengan total produksi 76.000 metrik ton di 2010. INCO berencana meningkatkan produksinya di 2015 menjadi 90.000 metrik ton.
  • Efisiensi akan menjadi program utama INCO untuk mengurangi ongkos produksi dalam lima tahun ke depan. Dimulai dengan mengganti bahan bakar minyak menjadi turbin air (Proyek Karebbe).
  • INCO memiliki ongkos produksi paling hemat di industri yaitu US$ 10.100 per metrik ton.
  • Secara fundamental, target harga kami untuk INCO berada di Rp 3.950 yang merefleksikan 10,6x P/E FY12E.


source

Rights Issue, MASA Tawarkan Rp500 per Saham

http://www.investium.net/invlog1n/saham/wp-content/uploads/2011/04/Right-Issue-300x177.jpg

PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) melakukan penawaran umum terbatas (PUT) II dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 3,06 miliar saham biasa dengan harga penawaran Rp500 per saham.

Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan Kamis (3/11). Setiap pemegang dua saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada 15 Desember 2011 berhak atas satu HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham.

Jumlah saham baru yang ditawarkan dalam PUT ini sebesar 33,33% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Dana yang akan diterima perseroan dalam rangka PUT II ini senilai Rp1,53 triliun.

Bila pemegang saham lama tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT ini sesuai dengan HMETD nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 33,33%.

Dana yang digunakan untuk perluasan usaha perseroan melalui anak usaha untuk melakukan pengusahaan dan pengolahan hutan tanaman industri termasuk pengusahaan dan pengolahan karet sebesar 26%, sebesar 44% akan digunakan untuk ekspansi usaha perseroan melalui pembelian mesin-mesin dan peralatan termasuk mesin dan peralatan untuk memproduksi ban mobil dan ban motor, sekitar 30% akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Rencana penawaran umum terbatas ini akan efektif setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Desember 2011, tanggal efektif pada 5 Desember 2011, distribusi sertifikat bukti HMETD pada 16 Desember 2011, pencatatan saham di BEI pada 19 Desember 2011, perdagangan HMETD pada 19-23 Desember 2011,tanggal terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan pada 28 Desember 2011, dan perkiraan penjatahan pemesanan saham tambahan pada 29 Desember 2011.


source

REKSADANA PANIN DANA BERSAMA PLUS


Panin Sekuritas akan me launching produk reksadana baru yang bernama
"PANIN DANA BERSAMA PLUS"

Untuk Deskripsi produk reksadana tersebut dapat di download disini ---> download
Untuk prospektusnya dapat di download di sini
Untuk form pembelian nya sementara dapat diambil di sini

Bila telah pernah membeli reksadana cukup mengisi form pembelian nya saja.

Pembelian awal untuk Individu / Perorangan syarat-syaratnya sbb ;
  1. Form pembelian
  2. Data tambahan
  3. Profil pemodal
  4. melampirkan KTP dan NPWP (Bila tidak memiliki NPWP wajib mengisi form tidak memiliki NPWP di materai)
Pembelian awal untuk Coorporate / Perusahaan syarat-syarat nya sbb ;
  1. Form pembelian awal untuk Coorporate
  2. Data tambahan untuk perusahaan
  3. Surat keterangan domisili
  4. SIUP
  5. Specimen / tanda tangan beberapa pengurus perusahaan
  6. KTP pengurus
  7. NPWP pengurus dan perusahaan
  8. Anggaran dasar perusahaan.
Bila untuk pembelian selanjutnya (topup) cukup menyerahkan / mengirimkan bukti setor nya saja via email , fax atau datang langsung.

Untuk pemesanan dapat dilakukan dari sekarang.
Silahkan hubungi sales marketing anda di cabang terdekat.
untuk info lebih lanjut hubungi kami di (021) 5475892 - 93
Fax : (021) 5475992
Atau email di
gadingserpong@pans.co.id

Bisa juga datang langsung kecabang kami di :
RUKO MOSCOW
Jl.Boulevard Raya Gading Serpong
Blok A No.8
Gading serpong - Tangerang

Terima kasih.

Lemahnya Data Perekonomian AS Kembali Picu Terpuruknya Dolar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqpn0lSVXEJf1DnyYXZWHjw4FU9lD_nJYq0R5e0ktRHCZ4OduTcyfkBKA36FdqQ1xCgrU5civpZlBe0azPUDzakawP_9ZRSXAt34Y_my1VJXqkuFaZx8ZUYsLO7q883SII60ELg8DxdMc/s400/58071_dua_pialang_di_wall_street_merenungi_anjloknya_harga_saham_300_225.JPG

Sederet data lemah perekonomian AS membawa dollar berlanjut melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya pada sesi perdagangan Jumat (27/5). Data Pending Home Sales menunjukkan penurunan 11,6 persen di bulan April, jauh lebih rendah dari yang diprediksikan para ekonom sebelumnya. Demikian pula data Personal Spending, meleset dari ekspektasi.

Mendekati jadwal berakhirnya program Quantitative Easing jilid II Federal Reserve, data perekonomian AS justru mengindikasikan melambatnya pertumbuhan. Sebelumnya, pada hari Kamis (26/5), data Preliminary GDP menunjukkan ekonomi AS hanya tumbuh 1,8 persen pada kuartal I.

Lemahnya data-data tersebut memicu spekulasi bahwa perekonomian AS mungkin masih membutuhkan stimulus untuk kembali pulih.

Di lain pihak, para pelaku pasar mengesampingkan tema krisis hutang Zona Euro, paling tidak untuk sementara ini. Komentar dan pernyataan para petinggi Eropa membantu menghapus sebagian kekhawatiran mengenai kemungkinan restrukturisasi hutang Yunani.

Jumat lalu, Gubenur Bank Sentral Yunani, George Provopoulos mengatakan bahwa Yunani akan mampu memenuhi kewajibannya jika patuh terhadap program penghematan sebagaimana yang disyaratkan oleh IMF dan Uni Eropa.

Terhadap dollar, euro terpantau menguat hingga 1.4307 sebelum kemudian ditutup di 1.4290 pada akhir sesi perdagangan Jumat, menguat sekitar 1,1 persen lebih dari level penutupan hari sebelumnya.

Demikian pula poundsterling, menguat sekitar 0,7 persen mencapai 1.6510 terhadap dollar, level tertinggi baru dalam 2 pekan.

Baik euro maupun poundsterling terdukung oleh faktor perbedaan tingkat suku bunga. Melambatnya pertumbuhan ekonomi AS akan memberikan alasan bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunganya untuk jangka waktu yang lebih lama. Sementara Bank Sentral Inggris, sebagaimana ECB, tersirat lebih fokus pada masalah meningkatnya tekanan inflasi yang berarti terbukanya peluang untuk menaikkan suku bunga.

Namun, bintang pada sesi perdagangan Jumat lalu adalah franc Swiss. Di antara negara-negara maju, Swiss adalah negara yang perekonomiannya paling stabil. Di tengah krisis hutang Zona Euro dan masalah melambatnya pertumbuhan ekonomi AS, franc Swiss pun semakin menarik minat para pelaku pasar.

Versus euro dan dollar, franc Swiss berlanjut menguat hingga mencatatkan rekor baru dalam sejarah. Terhadap dollar, franc Swiss ditutup menguat hampir 2 persen di 0.8479. Sebelumnya, franc Swiss terpantau sempat menguat hingga rekor baru 0.8463 per dollar.

Sementara itu, harga emas dunia juga berlanjut naik hingga mencapai level tertinggi baru dalam 3 pekan. Harga spot emas naik hingga $1538.00 per troy ounce sebelum kemudian ditutup di 1533.20 pada akhir sesi. Sebagaimana franc Swiss, emas juga diuntungkan oleh masalah perekonomian yang dihadapi Zona Euro dan AS.

Dollar juga terpantau melemah versus yen dan dollar Australia. Terhadap yen, dollar ditutup melemah sekitar 0,6 persen di 80.82. Sedangkan dollar Australia ditutup menguat 0,6 persen di kisaran 1.0699 terhadap dollar AS.

source

Charoen Pokphand Bagi Dividen Rp 39,8 per Lembar

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1376372.jpg


PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akan membagikan dividen tunai senilai Rp 39,8 per lembar. Total dividen yang siap dibagikan mencapai Rp 652,64 miliar.

"RUPS menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 39,8 per elmbar setiap saham yang dibayarkan atas 16,398 miliar lembar," kata Presiden Direktur CPIN Thomas Effendy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/5/2011).

Rencana ini sudah mendapat persetujuan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan perseroan yang digelar pada 25 Mei 2011 lalu. Pembayaran dividen itu akan dilakukan pada 5 Juli 2011.

Pada perdagangan hari ini, hingga penutupan perdagangan sesi i, saham CPIN stagnan di Rp 1.900 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 368 kali dengan volume 11.458 lot senilai Rp 10,843 miliar.


source

MP3EI, Program Ambisius Pemerintah Senilai Rp 4.000 Triliun

http://palembang.tribunnews.com/foto/berita/2010/8/5/Uang_Tumpukan.jpg

Pemerintah lewat Presiden SBY hari ini meluncurkan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diharapkan bisa mengundang investasi senilai Rp 4.000 triliun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan peluncuran MP3EI ditandai dengan dimulainya proyek-proyek groundbreaking yang pencanangannya akan dipusatkan pada empat lokasi, yaitu Sei Mangke Sumatera Utara, Cilegon Jawa Barat, Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika Papua dengan pembangunan 17 proyek besar.

"Yang penting bukan seberapa bagus dokumen dibuat, tapi seberapa besar kemampuan kita untuk mengimplementasikan di 6 koridor di seluruh tanah air. Akan dilakukan juga peresmian, 4 lokasi, Timika, Cilegon, Simangke, Lombok, dengan jumlah proyek yang akan diresmikan 17 proyek, mewakili proyek berikutnya," ujarnya dalam Acara Peluncurun MP3EI di JCC, Senayan, Jakarta.

Ke-17 proyek tersebut adalah:

1. Sei Mangke (Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara)

  • Di lokasi direncanakan akan dibangun proyek pembangunan Kawasan Industri Kelapa Sawit Sei Mangke yang akan dilaksanakan oleh PT Perkebunan Negara III (PTPN III). Dengan nilai investasi Rp 2,5 triliun dimulai tahun ini dan diperkirakan selesai pada 2014.
  • Proyek Pembangunan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 (2x44 MW) di provinsi Nagroe Aceh Darusalam yang terletak di Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah di dataran tinggi Gayo. Proyek ini rencananya akan dibiayai oleh JICA dengan estimasi biaya Rp1,53 triliun.
  • Dibangun proyek Broadband Access dan Through Broadband Access Plan oleh PT. Telkom yang merupakan pemerataan Access Broadband untuk seluruh wilayah Indonesia. Dimulai tahun ini hingga 2015.
2. Cilegon (Jawa Barat)

  • Proyek Pembangunan Pabrik Baja Modern yang merupakan join operation antara PT Krakatau Steel dan POSCO Korea Selatan. Investasinya berjumlah Rp 60 trilian untuk 2 tahap.
  • Pencanangan Proyek FSRU (Floating Storage and Regasification Unit) Jawa Barat. Nilai proyek Rp 59 triliun.
  • Proyek perluasan pabrik stamping, engine, casting, dan assembling kendaraan bermotor oleh PT Astra Daihatsu Motor berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta Karawang. Nilai investasi Rp 2,4 triliun produksi pertama mulai beroperasi pada 2014.
  • Proyek jalan bebas hambatan Tanjung Priok seksi E2 dan NS yang berlokasi di Jakarta. Proyek ini dibiayai oleh JBIC, Pemerintah Pusat, Pemda, PT Angkasa Pura dan Jasa marga dengan nilai investasi senilai Rp 1,6 triliun.
  • Proyek Chemical Grad Alumunium (CGA) berlokasi di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat sebagai rangkaian terakhir. Pelaksana proyek ini adalah PT Antam Tbk yang diperkirakan selesai 2013 dengan nilai investasi Rp 4,3 triliun.
3. Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat)

  • Proyek Waduk Pandan Duri berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, NTB. Investornya melibatkan pemerintah pusat, dan pemda dengan nilai investasi Rp 728 miliar.
  • Proyek Bendungan Titab yang akan dibangun di desa Ularan, Buleleng, Bali. Dilaksanakan oleh pemerintah pusat yang didanai dari APBN dengan nilai investasi sebesar Rp 481 miliar.
  • Proyek perluasan pembangunan bandara internasional Ngurah Rai dengan sumber dana oleh BUMN dengan nilai proyek Rp 1.944 miliar.
4. Timika (Papua)

  • Pencanangan dibangunnya proyek jalan raya Timika-Enarotali sepanjang 135 kilometer. Nilai investasi sebesar Rp600 miliar yang akan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi papua dan pemerintah Kabupaten Merauke.
  • Pembangunan proyek jalan raya dari merauke-Waropko sepanjang 600 kilometer dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun.
  • Proyek Pertambahan dan Pengolahan Nikel dan Kobal dengan tenaga hidrometalurgi di Kabupaten Halmahera Tengah dan halmahera Timur, di provinsi Maluku Utara. Proyek ini didanai oleh PT Weda Bay Nickel senilai Rp 50 triliun. Diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2500-3000 orang saat operasi.
  • Proyek PLTS Miangas (150 kwp) dan proyek PLTS Sebatik (200 kwp) di Kalimantan Timur yang akan dimulai pada 2011 oleh PLTN. Kedua proyek ini sebagai bagian dari pembangunan proyek PLTS 100 pulau. Dengan ini diharapkan dapat meningktakan elektrifikasi di wilayah Indonesia Timur dari 53,08% menjadi 53,12%.
Total proyek tersebut, lanjut Hatta, yaitu Rp 190 triliun yang akan dibiayai melalui BUMN, swasta, Foreign Direct Investment (FDI), dan APBN. Diharapkan, ke-17 proyek tersebut dapat menelan investasi sebesar Rp 4.000 triliun.

"Sebanyak 17 proyek itu bagian dari serangkaian proyek diahun 2014, yang akan menelan investasi Rp 4.000 triliun," pungkasnya.

Peluncuran program MP3EI ini akan dilakukan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono didampingi seluruh pejabat negara dan daerah di seluruh Indonesia. Pada acara ini dilakukan teleconference dengan para gubernur di keempat wilayah pembagunan proyek MP3EI.


source

Krisis Utang Yunani Pukul Bursa Asia


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyYz9ZKH7qY4IJoiDjAkU5hSAGj-jLePNpiBl0tqHH_jtpxIai1b-5CzX-ATujRkw7tnoYiA1RqWL_qybq_vIy9cFzGfWYmu2rLx2yUZtekJEIV7Wkg3UD_TJkx_NE5HLGi6gNP95MsIU/s320/dinarium.jpg

Saham Asia tergelincir pada awal perdagangan, akibat penguatan Wall Street terjadi di tengah kekhawatiran krisis utang Yunani yang mungkin lebih buruk.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,3 persen. Acuan bursa Jepang Nikkei N225 dibuka turun 0,50 persen ke 9.514,16, sementara Topix turun 0,29 persen menjadi 824,70. Saham Sony jatuh 1,9 persen setelah proyeksi laba bersih semester pertama jauh dari optimis, akibat raksasa elektronik masih berjuang untuk pulih dari dampak pasca-gempa Maret dan serangkaian pelanggaran keamanan jaringan di Internet.

Sebelum pasar dibuka, data yang dirilis menunjukkan bahwa harga konsumen inti Jepang naik pada bulan April dari tahun sebelumnya untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. Ini disebabkan meningkatnya harga komoditas dan kebijakan pemerintah tahun lalu untuk mensubsidi biaya sekolah berhenti menekan harga, tetapi yang mendasari harga sepertinya akan tetap lemah akibat bencana 11 Maret yang merusak konsumsi dan upah. Indeks harga konsumen inti (CPI), yang meliputi produk minyak, tetapi tidak termasuk harga volatile sayuran buah segar, dan makanan laut, naik 0,6 persen pada April dari tahun sebelumnya, sama seperti perkiraan sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya harga telah meningkat sejak kenaikan tahunan sebesar 0,2 persen pada Desember 2008, dan merupakan gain terbesar sejak naik 1,0 persen pada tahun sampai November 2008.

Saham Seoul tergelincir pada awal perdagangan, dengan (KOSPI), Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,22 persen ke 2.087,36.

Di Australia, benchmark S & P / ASX 200 index menukik 0,1 persen menjadi 4.654,4.

Saham Blue Chip Jadi Buruan, IHSG Rebound 36 Poin




Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi 8.580 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.610 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 13,126 poin (0,34%) ke level 3.793,288. Membaiknya situasi di pasar global dan regional membawa IHSG kembali ke level 3.800.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah sejak awal perdagangan. Aksi beli selektif investor membumbungkan indeks ke posisi tertingginya hari ini di level 3.817,117.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 28,424 poin (0,75%) ke level 3.808,586. Pulihnya harga komoditas dunia cukup memberi angin segar bagi pergerakan IHSG.

Laju penguatan IHSG sedikit tertahan di perdagangan sesi II. Meski masih konsisten di zona hijau, namun penguatannya melambat akibat profit taking investor asing.

Mengakhiri perdagangan, IHSG menanjak 34,654 poin (0,91%) ke level 3.814,816. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,468 poin (0,96%) ke level 678,877.

Investor asing melakukan aksi ambil untung masif, tak tanggung-tanggung dana asing ratusan miliar keluar dari lantai bursa. Transaksi asing tercatat menjual bersih (foreign net sell) senilai Rp 837,507 miliar di seluruh pasar.

Meski demikian, sentimen positif bursa global serta pulihnya harga-harga komoditas tetap membuat IHSG bertahan di zona hijau. Penguatannya semakin bertambah di menit-menit akhir pedagangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 120.421 kali pada volume 5,504 miliar lembar saham senilai Rp 4,5 triliun. Sebanyak 160 saham naik, 71 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Bursa-bursa regional mulai bergerak mixed menuju penutupan perdagangan sore ini. Bursa China kembali jatuh untuk hari keenamnya secara berturut-turut. Profit taking marak terjadi seiring berlanjutnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dalam negeri tirai bambu tersebut.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia sore ini:


  • Indeks Komposit Shanghai turun 6,53 poin (0,24%) ke level 2.735,21.
  • Indeks Hang Seng naik 153,51 poin (0,67%) ke level 22.900,79.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 139,17 poin (1,48%) ke level 9.562,05.
  • Indeks Straits Times naik tipis 3,63 poin (0,12%) ke level 3.122,28.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 9.500 ke Rp 320.000, Petrosea (PTRO) naik Rp 3.500 ke Rp 41.000, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.400 ke Rp 8.400, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.200 ke Rp 59.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 250 ke Rp 5.000, Indorama (INDR) turun Rp 200 ke Rp 3.300, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 100 ke Rp 4.250, dan Gajah Tunggal (GJTL) turun Rp 100 ke Rp 2.950.

source

Sanksi untuk Bank Mega

http://www.portalkebumen.co.cc/foto_berita/44PT.-Bank-Mega.jpg

Dalam kasus bobolnya dana PT Elnusa Tbk senilai Rp 111 miliar dan dana Pemerintah Kabupaten Batu Bara (Sumatera Utara) sebesar Rp 80 miliar di Bank Mega Cabang Jababeka, Bank Indonesia menemukan pelanggaran ketentuan yang berlaku.

Untuk itu, Bank Indonesia menjatuhkan sanksi terhadap Bank Mega. Sanksi itu adalah menghentikan penambahan nasabah deposit on call baru dan perpanjangan deposit on call lama, termasuk produk sejenis seperti certificate of deposit selama satu tahun.

Dalam siaran pers Bank Indonesia yang baru saja diunggah di situs web resmi BI, disebutkan juga sanksi kedua bagi Bank Mega. Sanksi itu berupa penghentian pembukaan jaringan kantor baru selama satu tahun.

Kedua sanksi itu berlaku sejak 24 Mei 2011.


source

Inilah 3 Alasan Sri Mulyani Layak Jadi Direktur IMF

http://albahar.files.wordpress.com/2010/05/sri-mulyani-indrawati.jpg

Dengan mundurnya Dominique Strauss-Kahn karena skandal kekerasan seksual dari direktur pelaksana IMF, nama Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang berasal dari Indonesia disebut-sebut layak menduduki jabatan tersebut.

Ketua DPP PKB yang juga Ketua Fraksi PKB di DPR Marwan Jafar mengatakan ada tiga alasan kenapa SMI dinilai layak menduduki jabatan bergengsi ini.

Pertama, SMI dianggap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena negara berkembang harus diberi kesempatan memimpin lembaga tersebut, tidak dimonopoli oleh orang-orang Eropa.

"Tradisi IMF harus selalu dipimpin orang-orang Eropa sangat tidak beralasan karena belum tentu akan lebih baik, sebab ini menyangkut SDM. SMI secara intelektual dan pengalaman sebagai Menkeu RI, Kepala Bappenas, layak memimpin IMF," jelasnya dalam keterangan tertulisnya.

Kedua, pengalaman sebagai direktur eksekutif IMF Asia Tenggara, tentu dia sudah sangat familier dengan lembaga tersebut, apalagi ditambah dengan pengalaman dia sekarang sebagai managing director Bank Dunia, tentu dia sudah paham budaya dan standar kerja Internasional.

Ketiga, jika memang SMI dipercaya sebagai direktur pelaksana IMF, maka lembaga tersebut akan punya kredibilitas dan pengaruh kuat di negara-negara berkembang. Sebagai anak bangsa Indonesia, SMI tentu butuh dukungan kuat dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menduduki jabatan tersebutb.

"Pengalaman dia sebagai ekonom terkemuka juga ikut menambah bobot dia jika terpilih sebagai direktur pelaksana IMF," jelasnya.

Disinilah, lanjutnya diperlukan solidaritas negara-negara berkembang untuk mendorong, minimal negara-negara dari kawan Asean yang baru saja menyelenggarakan KTT, di mana Indonesia sekarang menjadi ketua ASEAN. "Tentu sebagai ketua Asean akan sangat berpengaruh untuk meloloskan SMI sebagai direktur pelaksana IMF," tukasnya.


source

Korut Ingin Belajar Investasi dari Indonesia



Korea Utara (Korut) tertarik belajar dari Indonesia dalam menarik investasi asing. Selama ini, negara komunis yang sejak lama dililit krisis ekonomi ini terkenal sangat tertutup bagi pemodal mancanegara.


"Selama ini Korut relatif tertutup. Jadi, mereka ingin mengetahui proses dan tahapan seandainya membuka investasi," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Marty Natalegawa, usai bertemu Menlu Korut, Pak Ui Chun, di Bali, Rabu 24 Mei 2011.

Menurut Marty, hubungan Indonesia dan Korut selama ini sudah sangat erat dan bersahabat karena dilatarbelakangi sejarah yang cukup panjang. Dengan kondisi tersebut, pemerintah Korut berharap kedekatan kedua negara di bidang politik dapat dikembangkan lebih luas pada sektor perekonomian.

Menanggapi permintaan itu, Marty mengaku Indonesia masih harus mempelajari dan memahami terlebih dahulu perekonomian yang dijalankan oleh Korut. Lagipula, menurut catatan VIVAnews, Korut dalam beberapa tahun terakhir terjerat embargo ekonomi dan perdagangan dari negara-negara Barat, sehingga sulit untuk tumbuh dari investasi asing.

Selain membahas persoalan ekonomi, pertemuan kedua menteri yang berlangsung sekitar setengah jam itu juga membahas posisi kedua negara dalam Gerakan Non Blok (GNB). Marty menjelaskan, kedua pihak sepaham untuk memastikan Gerakan Non Blok dalam 50 tahun ke depan tetap bisa memberi kontribusi nyata pada masalah internasional. "Tantangan abad 21 tentu beda dengan 50 tahun lalu," kata Marty.

Kontribusi nyata itu salah satunya berkaitan dengan penciptaan perdamaian di Semenanjung Korea. "Kita juga membahas perkembangan di Semenanjung Korea sebagai perkembangan di kawasan Asia Timur. Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia tetap ingin kawasan Asia Timur tetap damai dan stabil," sebutnya.

Sebagai Ketua ASEAN juga, lanjut Marty, Indonesia juga diundang untuk mengunjungi Korut guna memperoleh informasi utuh perihal kondisi di negara tersebut.

"Ini untuk persiapan ASEAN Regional Forum di Bali bulan Juli mendatang. Korut menyambut baik dan memberi informasi negaranya dan mengundang indonesia untuk berkunjung dalam waktu dekat sebelum ARF," tambahnya.

source

Asing Jual, IHSG Sesi I Turun 0,1%

http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1203068043/peristiwa-ihsg-menguat-43.jpg

Perdagangan diwarnai dengan 127 saham naik, 80 saham turun dan 96 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp246,3 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp685,8 miliar dan penjualan asing sebesar Rp439,4 miliar.

Indeks sempat berada di zona positif dan berada di level tertinggi 3.785,7. Namun akhirnya tertekan lagi hingga penutupan sesi I. Level terendah sesi I berada di 3.767,8. Indeks JII turun 1,8 poin ke 522,4, indeks ISSI turun 0,4 poin dan indeks LQ45 turun 2,7 poin ke 670,6. Pelemahan dimotori sektor pertambangan yang turun 18,4 poin ke 1.054,6.

Saham yang masih menguat seperti saham ITMG naik Rp600 ke Rp46.850, DLTA naik Rp500 ke Rp127.000, GDYR naik Rp500 ke Rp12.500, TOWR naik Rp350 ke Rp10.750, SMMA naik Rp300 ke Rp2.700, AALI naik Rp150 ke Rp23.300, MYOR naik Rp100 ke Rp11.800, UNTR naik Rp100 ke Rp22.100.

Untuk saham yang turun seperti saham ASII turun Rp1.150 ke Rp58.050, DSSA turun Rp900 ke Rp17.100, MBAI turun Rp450 ke Rp24.500, AUTO turun Rp400 ke Rp16.150, INDS turun Rp350 ke Rp3.750, GGRM turun Rp250 ke Rp43.350, INTP turun Rp200 ke Rp16.800.


source

Bagi Dividen Besar, BJBR Akan Naik ke Rp 1600

http://i.okezone.com/content/2011/04/07/320/443464/CynYRH464k.jpg

Keputusan manajemen Bank Jabar (BJBR) untuk membagikan dividen senilai Rp 578,61 miliar atau senilai 65% dari total laba bersihnya, disambut baik oleh pemegang saham.

Pasalnya, dibandingkan perbankan lain, dividen sebesar Rp 59.67/saham.oleh BJBR tergolong tinggi atau sebesar kira-kira 4% per lembarnya. Selain itu, realisasi penyaluran kredit yang tinggi membuat BJBR bebas dari sangsi kenaikan GWM dan denda yang disyaratkan BI. Hal ini menimbulkan spekulasi BJBR akan dikerek naik ke Rp 1600.

Pada perdagangan Kamis (14/4) kemarin, BJBR terlihat sangat aktif di perdagangkan dengan ditutup naik 20 poin ke Rp 1360/saham, atau naik 20 poin (1.49%). Volume transaksi tercatat sebesar 111.78 juta lembar saham, senilai Rp152.05 miliar.

source : inilah.com

Hanya Dow Jones dan S&P yang Menguat



New York - Indeks Dow Jones dan S&P bertahan positif, namun Nasdaq melemah seiring profit taking atas saham-saham teknologi. Kenaikan saham energi juga turut menopang kenaikan indeks saham.

Dow Jones berhasil menguat berkat penguatan saham Coca-Cola Co hingga 1,5%, Kraft Foods Inc hingga 1,7% serta Merck & Co sebesar 1,2%.

Pada perdagangan Kamis (14/4/2011), indeks Dow Jones industrial average menguat 14,16 poin (0,12%) ke level 12.285,15. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 0,11 poin (0,01%) ke level 1.314,52, sementara Nasdaq melemah 1,30 poin (0,05%) ke level 2.760,22.

Perdagangan masih sepi, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 6,91 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

Saham-saham bergerak melemah di sesi-sesi akhir karena ekonom menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Polling ekonom yang dilakukan Reuters menunjukkan perekonomian AS diprediksi hanya tumbuh 2,9% di 2011 dibandingkan proyeksi semula sebesar 3,1%.

"Proyeksi PDB terus turun, sehingga (bertaruh pada sektor-sektor yang defensif) adalah perdagangan yang aman," ujar Peter Boockvar, analis dari Miller Tabak & Co seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/4/2011).

Saham-saham sektor energi kembali menguat berkat naiknya lagi harga minyak mentah dunia hingga di atas US$ 108 per barel. Selain itu juga dipicu pernyataan perusahaan energi El Paso Corp yang mengatakan akan mengembangkan ladang minyak tanpa rekanan. Saham El Paso melonjak 5,5%, dan indeks sektor energi S&P naik 0,6%.

Harga minyak tercatat kembali naik seiring melemahnya dolar AS. Minyak light sweet pengiriman Mei naik 1 dolar AS menjadi US$ 108,11 per barel. Minyak Brent pengiriman Mei melemah 52 sen menjadi US$ 122,36 per barel.

Jumlah Kendaraan Meningkat, 9,685 Juta KL BBM Bersubsidi Tersedot




Realisasi konsumsi BBM bersubsidi hingga triwulan I-2011 sudah mencapai 9,685 juta kiloliter (KL) atau sekitar 25% dari target APBN 2011 yang sebesar 38,6 juta KL. Angka konsumsi itu juga berarti lebih besar 6,85% dibandingkan triwulan IV-2010 yang sebesar 9,064 juta KL.

Plt Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui realisasi konsumsi BBM bersubsidi menunjukkan kecenderungan peningkatan akibat bertambahnya volume kendaraan di Indonesia.

"Realisasi penjualan BBM bersubsidi menunjukkan kecenderungan meningkat. Ya itu mungkin karena bertambahnya kendaraan," ujar dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta.

Sedangkan untuk realisasi belanja subsidi pada triwulan I 2011 ini, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty menyebutkan sudah mencapai Rp 32,3 triliun dengan subsidi energi terealisasi Rp 24,7 triliun dan non energi sebesar Rp 7,6 triliun.

"Untuk energi, BBM/LPG/BBN realisasi sebesar Rp 18,1 triliun, sedangkan listrik sudah Rp sebesar Rp 6,5 triliun," tandasnya.

Pemerintah Surplus Rp5,7 T di Q1 APBN 2011


Headline
Sepanjang kuartal I APBN 2011, pemerintah mencatat surplus sebesar Rp5,7 triliun. Angka ini jauh lebih rendah dibanding periode sama 2010.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty memaparkan, realisasi penerimaan negara dan hibah pada kuartal I ini mencapai 19,3% dari target tahunan atau sebesar Rp213,8 triliun. "Penerimaan negara tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tahun ini 19,3 persen atau Rp213,8 triliun, tahun lalu hanya 17,6 persen atau Rp175 triliun," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (14/4).

Ia melanjutkan, realisasi penerimaan terbesar berasal dari pajak perdagangan internasional yaitu mencapai 56,6% dari target atau senilai Rp13 triliun. Jumlah tersebut meningkat pesat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 22,4% atau Rp5,1 triliun. "Hal ini disebabkan karena harga ICP yang tinggi," ujarnya.

Sementara penerimaan pajak dalam negeri sebesar 19% atau senilai Rp157,3 triliun. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan periode sama tahun lalu, yaitu 19,5% dari target tahun 2010 atau sebesar Rp140,6 triliun. Dengan demikian total penerimaan perpajakan sebesar 20 persen dari target Rp850,3 triliun atau sebesar Rp170,3 triliun.

Untuk belanja negara baru terealisasi 16,9 persen dari target Rp1.229,6 triliun atau Rp208 triliun. Hal ini lebih tinggi, Belanja pemerintah pusat terealisasi 13,8% atau sebesar Rp115,4 triliun, sedangkan transfer daerah terealisasi 23,6% atau Rp92,6 triliun.

Dengan demikian, ia menyatakan bahwa terdapat surplus Rp5,7 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang surplusnya sebesar Rp18,2 triliun.

Untuk pembiayaan teralisasi Rp34,5 tiliun dengan pembiayaan dalam negeri sebesar Rp39,3 triliun dan pembiayaan melalui utang luar negeri sebesar Rp4,9 triliun.

Selain realisasi APBN 2011, realisasi inflasi pada kuartal I 2011 sudah mencapai 6,48 persen (yoy), nilai tukar rupiah sebesar Rp8.904, harga minyak sudah mencapai US$104,5 per barel, dan lifting minyak sebesar 906 ribu barel per hari (bph).