Depok - Harga minyak mentah di pasaran dunia diperkirakan mengalami kenaikan seiring dengan ketegangan politik di Timur Tengah. Situasi ini bisa membuat pasar saham global mengalami tekanan jual.
"Harga minyak bisa melambung tinggi jika terjadi perang di Iran," ujar Direktur Utama PT Schroder Indonesia, Michael Tjoajadi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2010).
Menurut Michael, situasi politik Timur Tengah saat ini menjadi salah satu penentu arah ekonomi global di 2010.
"Saat ini memang belum terjadi penyerangan ke Iran. Wacananya baru ke arah embargo ekonomi Iran. Tapi kalau ada orang gila yang tiba-tiba melakukan penyerangan kesana, situasi akan berbalik arah," jelasnya.
Michael mengatakan, harga minyak mentah dunia sangat ditentukan oleh situasi politik di Timur Tengah. Ia berandai, jika terjadi penyerangan ke Iran, maka akan mendorong harga minyak melambung tinggi.
"Perang akan membuat biaya transportasi angkut minyak dari Timur Tengah ke negara-negara lain menjadi sangat tinggi. Itu akan membuat harga minyak melambung dan menyebabkan inflasi dimana-mana," jelasnya.
Inflasi, lanjutnya, akan membuat daya beli global menurun sehingga akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia.
"Melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia akan membuat proyeksi harga-harga saham juga dipangkas. Jadi jika terjadi perang di Iran, pasar saham global akan mengalami tekanan jual dan tentunya koreksi cukup dalam. Itu adalah salah satu tantangan pasar saham global tahun ini," ujar Michael.
PANS -ALAM SUTERA Kunjungi: JL.SUTERA UTAMA RUKO ASCT BLOK 10B NO.30 ALAM SUTERA - TANGERANG PHONE : 021 - 29211518 FAX : 021 -29211519. PANS - ALAM SUTERA Kunjungi: JL.SUTERA UTAMA RUKO ASCT BLOK 10B NO.30 ALAM SUTERA - TANGERANG PHONE : 021 - 29211518 FAX : 021 -29211519. PANS - ALAM SUTERA Kunjungi: JL.SUTERA UTAMA RUKO ASCT BLOK 10B NO.30 ALAM SUTERA - TANGERANG PHONE : 021 - 29211518 FAX : 021 -29211519
Tidak ada komentar:
Posting Komentar